8 FAKTA KI HAJAR DEWANTARA

fakta unik

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih dikenal dengan Ki Hadjar Dewantara adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda dan inilah 8 fakta unik ki hajar dewantara.

Berikut beberapa fakta unik KI Hajardewantara

1. Profil:
Bapak Pendidikan Nasional ini lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Nama Ki Hajar Dewantara ternyata bukanlah nama asli.
Nama asli beliau yaitu Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Namun, pada tahun 1922 namanya selanjutnya disingkat sebagai Soewardi atau KHD.

2.Merelakan gelar bangsawan demi pendidikan anak indonesia :
Terlahir sebagai pria berdarah biru dengan gelar bangsawan dari Kadipaten Paku Alaman, Beliau lebih memilih keluar dari istana untuk berbaur dengan rakyat jelata.
Di usia 40 tahun, pria bernama lengkap Raden Mas Soewardi Soerjaningrat itu mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara dan tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan.

baca juga : Memperingati Pahlawan Revolusi G30S PKI

3.Makna Nama:
Nama Ki Hajar Dewantara memiliki makna yang mendalam. Ki adalah sebuah panggilan untuk orang tua yang dihormati dan diteladani.
Sedangkan Hajar berarti guru dan antara ialah dewa penghubung bumi dengan dunia yang lebih tinggi. Dengan nama barunya, beliau makin aktif memajukan pendidikan bagi rakyat jelata.

4.Mencipta Semboyan:
Beliau memiliki semboyan yang sangat terkenal hingga sekarang. Semboyan itu berbunyi “Tut wuri handayani, Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso”.
Di mana arti dari Ing Ngarso Sung Tulodo yaitu menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan.
Ing Madyo Mbangun Karso, artinya seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat. Sedangkan Tut Wuri Handayani,
seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Semboyan Tut Wuri Handayani ini kini menjadi slogan dari Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia.

5.Menjadi Seorang Wartawan Sebab Gemar Membaca:
Ki Hajar Dewantara menamatkan pendidikan dasarnya di ELS, sekolah dasar Eropa atau Belanda khusus untuk kaum bangsawan. Ia pernah melanjutkan pendidikan ke STOVIA,
sekolah dokter Bumiputera, namun tidak tamat. Selama mengenyam pendidikan, beliau gemar membaca buku.Ia sangat menyukai membaca buku-buku sastra, politik dan ekonomi.

6.Rekat dengan budaya:

Ki Hajar Dewantara lahir di keluarga ningrat yang membuatnya lekat dengan kebudayaan. Sejak kecil, ia gemar dan menguasai beragam kesenian tradisional Jawa seperti seni tari, musik dan sastra.
Menurutnya, budaya merupakan ujung tombak dan hal terpenting dalam pendidikan. Tak heran jika budaya menjadi hal utama yang selalu ia bawa dan tanamkan dalam pendidikan serta kehidupan sehari-hari.

7.Penbangun Taman Siswa:
Berawal dari keprihatinan terhadap kondisi pendidikan di Indonesia, Ki Hadjar Dewantara akhirnya mulai berfikir untuk mengembangkan pendidikan yang layak bagi bumiputra.
Ki Hajar Dewantara mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang ia dirikan pada 3 Juli 1922, yaitu Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa.

8.Dianugerahi sebagai Bapak Pendidikan Nasional:
Pada tahun 1959, Ki Hajar Dewantara dianugerahi gelar Bapak Pendidikan Indonesia karena jasa-jasanya yang telah memperjuangkan pendidikan di Indonesia.
.