BEBERAPA PRASASTI KERAJAAN TARUMANEGARA

PRASASTI

Pastinya sudah tidak asing lagi dengan kata prasati. Prasati adalah salah satu sumber tertulis tertua di Indonesia. Prasasti itu maklumat yang dipahatkan pada batu, logam daun tal (rontal atau
lontar) dan kayu, dan bahan lainnya, dirumuskan menurut kaidah-kaidah tertentu
dan berisikan suatu anugerah /hak istimewa yang dikeluarkan oleh raja dan merupakan keputusan yang mengikat serta mempunyai kekuatan hukum yang kuat dan dalam penetapannya diresmikan
dengan suatu upacara.

Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Pasir Awi.
    Dipahat pada batu alam ini juga ditemukan oleh N. W. Hoepermans pada 1864. Namun, lokasinya berada di kawasan hutan perbukitan Cipamingkis, Kabupaten Bogor. Prasasti Pasir Awi berpahatkan gambar dahan dengan ranting dan dedaunan serta buah-buahan (bukan aksara) serta gambar sepasang telapak kaki.
  • Kebon Kopi
    Kebon Kopi dibuat sekitar 400 M dan ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig di Ciampea, Bogor. Pada prasasti ini terdapat gambar bekas tapak kaki gajah sang raja.

Baca juga : 6 SEBAB BAHASA INGGRIS JADI BAHASA INTERNASIONAL

  • Cidanghiang / Lebak
    Ditemukan di Lebak, pinggir Sungai Cidanghiang, Pandeglang, Banten. Isi Prasasti Cidanghiang berupa pujian kepada Purnawarman sebagai panji seluruh raja, keberanian, keagungan, dan keperwiraan sesungguhnya dari seluruh raja dunia.
  • Tugu
    Tugu ditemukan di daerah Tugu, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu bulat panjang dan isinya paling panjang di antara peninggalan yang lain. Isi Prasasti Tugu menyatakan letak ibu kota Kerajaan Tarumanegara dan menerangkan penggalian Sungai Cabdrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian saluran (sungai) yang bernama Gomati yang panjangnya 11-12 km oleh Purnawarman.
  • Ciaruteun
    Pada prasasti yang ditemukan di Sungai Ciaruteun ini terdapat lukisan laba-laba serta telapak kaki Raja Purnawarman, yang diibaratkan kaki Dewa Wisnu.
  • Koleangkak
    Ditemukan di puncak Bukit Koleangkak, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Leuwiliang. Pada prasasti ini juga berukir sepasang telapak kaki dan diberi keterangan berbentuk puisi dua baris.